02 April 2011

Teh Emil, Dari Buku Horor Hingga Kitab Bedah Syaraf

Seorang manusia yang terlahir dari keluarga yang terpandang dan berpendidikan tinggi sekalipun, tidaklah berarti telah mendapat jaminan akan meraih kesuksesan di masa datang. Perjuangan yang gigih dalam mencapai cita-cita, dengan tidak lupa selalu dibarengi do'a, itulah yang akan mengantarkan seseorang pada keberhasilan.

Kesimpulan singkat diatas mungkin sedikit mewakili gambaran perjalanan karir Teh Emil, salah seorang alumni SMPN 1 Ciamis dari Angkatan 1990 yang baru-baru ini menyatakan diri bergabung dan mendukung penuh pembentukan IKA NESACIS (Ikatan Keluarga Alumni SMPN 1 Ciamis).

Melalui formulir online, seperti yang terdapat pada laman situs ini atau di page ALUMNI SMPN 1 CIAMIS di facebook, beliau melayangkan biodata singkat dan pernyataan dukungan tersebut. Siapakah Teh Emil?

Teh Emil yang nama lengkapnya dr. Mirna Sobana SpBS, M.Kes adalah putri bungsu dari keluarga dr. Atang Sobana (alm), seorang dokter yang disegani di kota Ciamis. Terlahir dalam keluarga berpendidikan tinggi menjadi pembinaan awal bagi Teh Emil kecil dan kedua kakaknya, Kang Sony dan Kang Rudy (keduanya juga alumni SMPN 1 Ciamis), untuk terbiasa memandang penting pendidikan. Tak heran jika budaya keluarga ini mengantarkan Teh Emil kecil menjadi 'kutu buku' karena kegemarannya membaca.

Isteri tercinta dari Kang Adriansyah dan ibunda dari dua putra tercinta, Farrel dan Ilham, ini sempat mengisahkan salah satu kenangannya sewaktu sedang menempuh pendidikan di SMPN 1 Ciamis. Sebagai alumni Nesacis, beliau masih mengingat betul sosok Pak Rachmat guru agama, yang disebutnya sebagai "the best teacher that I remember until now..."

Kisahnya adalah ketika Teh Emil pernah mempunyai buku cerita horor yang baru dibaca beberapa halaman. Ketika buku tersebut dilihat oleh Pak Rachmat, ternyata beliau menyatakan ingin meminjamnya. Teh Emil meminjamkan buku tersebut dan ternyata lama sekali tidak dikembalikan. Akhirnya Teh Emil datang pada suatu waktu untuk meminta kembali buku tersebut kepada Pak Rachmat.

Buku itu akhirnya dikembalikan, tetapi karena Teh Emil manghadapi ujian maka buku tersebut hanya disimpan saja dan tidak sempat dibaca. Setelah ada waktu membacanya lagi, kagetlah Teh Emil. Rupanya cerita horor cuma terletak di bagian depan buku saja, sedangkan bagian belakangnya ternyata cerita -maaf- tidak senonoh (p*rn*).

Selepas beristighfar Teh Emil langsung 'say good bye' pada buku tersebut yang kemudian berakhir di tempat pembakaran sampah. Kejadian tersebut sangat berkesan di mata Teh Emil, karena Pak Rachmat ternyata bermaksud 'menyelamatkan' dengan 'meminjam' buku tersebut. Kelak di kemudian hari buku-buku tentang medis dan dunia kedokteran rupanya lebih pas menjadi konsumsi Teh Emil.

Selepas bersekolah di SMPN 1 Ciamis, Teh Emil melanjutkan pendidikan di SMAN 5 Bandung dan kemudian memilih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Kini Teh Emil meneruskan jejak perjuangan sang ayah, melayani masyarakat dan kemanusiaan dengan menjalani profesi sebagai dokter.

Beliau bahkan bukan hanya menjadi dokter spesialis bedah syaraf di RS Hasan Sadikin Bandung dan beberapa RS di Bandung, tetapi juga menjadi dosen klinis di almamaternya, Fakultas Kedokteran Unpad. Sebuah pencapaian yang layak dari kegigihan perjuangan meraih cita-cita.

Apa tanggapan dosen muda penggemar anggrek ini tentang website dan fp alumni? Jawabannya sungguh membesarkan hati.

"Adanya Alumni SMPN 1 Ciamis di jejaring sosial merupakan sesuatu yang sangat membantu untuk terjalinnya kembali tali silaturahmi, termasuk juga websitenya..." ujar Teh Emil.

Sosok alumni yang sekarang bermukim di bilangan Cisitu Indah Bandung ini memberikan apresiasi penggugah semangat, "Salut untuk para pengurusnya... Semoga para pengurusnya tetap semangat.. Serta semoga tali silaturahmi ini bisa langgeng selamanya."

Akang/Teteh alumni SMPN 1 Ciamis kami tunggu untuk bergabung dalam wadah IKANESACIS, mengikuti jejak Teh Emil dan para alumni lain yang sudah mengirimkan konfirmasi atau mengisi formulir online. Silakan klik link ini untuk lebih jelasnya: tahapan pendaftaran IKANESACIS.


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber

1 comments:

teman said...

salut untuk Emil... sukses selalu ya dok!


[IKA NESACIS]--> [close]